spot_img

Acara Lamaran Aurel – Atta Halilintar Disiarkan Secara Langsung, KNRP: Langgar Frekuensi Publik!

PIKIRAN.CO, Jakarta – Acara lamaran Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar disiarkan secara langsung di stasiun televisi swasta pada Sabtu (13/3) siang.

Bahkan, rencana nantinya rangkaian acara lainnya sampai akad akan ditayangkan secara langsung juga. Namun, hal tersebut menuai kritikan dari berbagai pihak.

Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran (KNRP) salah satunya. KNRP menilai siaran langsung acara lamaran tersebut tidak mewakili kepentingan publik secara luas.

Bayu Wardhana, selaku perwakilan dari pihak KNRP menyayangkan sikap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang tidak menghentikan acara ini.

“Bukankah seharusnya KPI yang mewakili kepentingan masyarakat tidak perlu menunggu aduan resmi publik apabila secara nyata dan jelas-jelas melihat pelanggaran frekuensi publik di depan mata?” tulis KNRP.

Dirinya menyinggung masalah kualitas penyiaran dan tidak semata-mata demi mendapatkan “rating”. Seharusnya bisa dilakukan yang lain, apalagi saat ini sedang masa pandemi maka lebih baik digunakan untuk menyiarkan informasi terkait COVID-19 termasuk soal vaksin.

Seperti yang dilansir oleh kompas.com (13/3), ada 5 poin pernyataan keberatan KNRP atas siaran langsung acara lamaran Aurel – Atta, yakni:

• KNRP menolak keras rencana seluruh penayangan tersebut yang jelas-jelas tidak mewakili kepentingan publik secara luas dengan semena-mena menggunakan frekuensi milik publik.

• KNRP menyesalkan sikap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang tidak segera menghentikan kegiatan tersebut, dengan menunggu secara pasif tayangan itu hadir dan baru akan memberikan penilaian. Padahal jelas-jelas isi siaran melanggar hak-hak masyarakat untuk mendapatkan tayangan yang lebih berkualitas.

• KNRP menyesalkan KPI tak mau bertindak sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran Pasal 11 yakni “Lembaga Penyiaran wajib memperhatikan kemanfaatan dan perlindungan untuk kepentingan publik” dan Standar Program Siaran Pasal 13 Ayat 2 yang menyatakan: “Program siaran tentang permasalahan kehidupan pribadi tidak boleh menjadi materi yang ditampilkan dan/atau disajikan dalam seluruh isi mata acara, kecuali demi kepentingan publik”.

• KNRP menyesalkan sikap KPI yang abai terhadap berbagai keberatan dan kritik masyarakat melalui media sosial, dan pasif menunggu aduan di saluran pengaduan resmi KPI. Bukankah seharusnya KPI yang mewakili kepentingan masyarakat tidak perlu menunggu aduan resmi publik apabila secara nyata dan jelas-jelas melihat pelanggaran frekuensi publik di depan mata?

• KNRP akan terus mengawasi dan memantau kinerja Komisioner KPI dan mengingatkan tentang kewajiban KPI untuk secara kritis dan sungguh-sungguh bekerja melaksanakan kewenangannya apabila melihat kondisi dan situasi yang merugikan publik di bidang penyiaran.

Atta Halilintar pun buka suara mengenai kritikan yang disampaikan oleh KNRP.

“Kita dalam hidup enggak bisa selalu senangin banyak orang. Kita nikah mah nikah aja, enggak perlu dengerin orang. Hidup dan masa depan kan ada di kita,” ujar Atta.

Aurel Hermansyah pun tak mau menanggapi komentar pedas soal acara lamarannya. Ia berkomentar sama dengan calon suaminya itu.

 

(N.N.V)

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles